Berita Terkini

JAWABAN DARI BOS BEA CUKAI MASALAH ANGGARAN ANJING PELACAK MENCAPAI Rp 3,6 T

JAWABAN DARI BOS BEA CUKAI MASALAH ANGGARAN ANJING PELACAK MENCAPAI Rp 3,6 T

Image result for bos bea cukai

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengusulkan pagu indikatif anggaran tahun 2020 sebesar Rp 44,39 triliun. Dalam usulan ini, Direktorat Jendral Bea dan Cukai (DJBC) mendapat jatah anggaran mencapai Rp 3,638 triliun untuk proyek nasional dan juga unggulan.

Namun, salah satu Anggota DPR dari Fraksi Nasdem, Achmad Hatari menyoal salah satu proyek strategis yang dicanangkan oleh DJBC. Di mana, fungsi kegunaan anggaran tersebut akan dipakai untuk pengembangan dan penguatan unit anjing pelacak DJBC.

Achmad menilai proyek Anjing yang mencapai Rp 3,6 triliun tersebut sangat tidak sesuai dan terlalu banyak. “Dari anggaran Rp 3,6 triliun itu masa semuanya untuk beli anjing?,” kata Achmad di Ruang Rapat Komisi XI, DPR RI, Jakarta.

Menanggapi hal tersebut Direktur Jenderal Bea Cukai, Heru Pambudi kemudian menjelaskan anggaran sebesar Rp 3,6 triliun tersebut tidak semuanya untuk membeli anjing. Akan tetapi anggaran itu sudah merupakan keseluruhan dari proyek nasional dan unggulan.

Tentunya Rp 3,6 triliun bukan untuk anjing semua. Itu untuk satu direktorat jenderal bea cukai untuk belanja barang dan pegawai,” katanya.

Dia pun menambahkan penguatan unit anjing pelacak DJBC ini dikarenakan untuk meningkatkan pengawasan di lingkungan DJBC. Sebab, beberapa kali produk penggelapan seperti penjualan narkotika selalu terjadi setiap tahunnya.

Gambarannya kenapa jadi proyek unggulan pengawalan narkotika karena kota nangkap 4,1 ton itu naik lipat-lipat dari tahun ke tahun maknanya kita sudah jadi target market mafia. Nah tools efektifnya anjing sehingga kita tingkatkan efektivitas sarana dan prasarana termasuk anjingnya sendiri. Sumber merdeka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*