Berita Terkini

Ketua MPR Tak Masalah Ibu Kota Pindah Asal Ada Kajian Khusus

Image result for Ketua MPR Tak Masalah Ibu Kota Pindah Asal Ada Kajian Khusus

Pemerintah telah mengumumkan pemindahan ibu kota ke Pulau Kalimantan. Ketua MPR, Zulkifli Hasan menyampaikan, pemindahan ibu kota ini harus ada kajian khusus. Apakah proses pemindahan ini akan melibatkan swasta atau menggunakan anggaran negara.

“Makanya saya mengatakan perlu kajian khusus, apakah kalau swasta itu gimana. Swasta membangun ibu kota gimana. Itu saya belum jelas betul,” katanya usai menghadiri peringatan Hari Konstitusi di komplek DPR/MPR Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (18/8).

Zulhas mengatakan tak masalah ibu kota dipindah. Beberapa negara juga beberapa kali memindahkan ibu kotanya. Dia mencontohkan Brasil yang pindah ibu kota sekitar empat kali.

“Jadi ya biasa aja lah. Kan Pak Presiden bilang biar setara, ada kesetaraan,” ujarnya.

Dia pun tak masalah seandainya Indonesia juga memindahkan ibu kotanya beberapa kali sebagaimana Brasil.

“Misalnya besok kalimantan, mungkin 10 tahun lagi di Sumatera, nanti bisa Jawa Timur, nanti bisa Sulawesi Selatan. Itu kan boleh saja,” kata dia.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan sengaja tak memasukkan anggaran pemindahan ibu kota negara dalam RAPBN 2020 karena kajiannya belum rampung.

“Kita tidak memasukkan dalam RAPBN 2020 karena seperti dilihat masih dalam perencanaan dan nanti tergantung pada desain akhirnya. Seperti Pak Presiden sampaikan, APBN pada tahap awal tidak akan besar kebutuhannya,” jelasnya dalam konferensi pers RAPBN 2020, Jumat (16/8).

Sebelumnya Presiden Jokowi mengatakan akan meminimalkan penggunaan APBN dalam proyek pemindahan ibu kota. Pemerintah akan mendorong partisipasi swasta, BUMN, maupun skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU).

“Dukungan pendanaan bagi pemindahan ibu kota akan sekecil mungkin menggunakan APBN,” ujarnya dalam pidato Nota Keuangan 2020 di Gedung DPR. Sumber Merdeka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*